Selasa, 08 Oktober 2013

Koperasi Sebagai Sarana Permodalan Masyarakat



Keberadaan koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia masih sangat strategis. Hal itu ditunjukkan dengan sampai saat ini keduanya masih menjadi pemain utama dalam kegiatan ekonomi di berbagai sektor.

            
Dari kondisi tersebut saat ini perlu dibangun lembaga keuangan yang lebih dekat dan cepat memberi pelayanan pengusaha mikro kecil dan menengah. Opsi yang ada adalah membangun koperasi simpan pinjam. Tentunya dengan membangun KSP secara baik dan sehat. Harapannya agar koperasi mampu menjadi penolong bagi UMKM melalui pinjaman modal untuk pengembangan usaha.

Sementara Pemkab Lamongan, melalui APBD mengelola dana bergulir sebesar Rp 4 miliar untuk dikelola koperasi dan dana ketahanan pangan.
Di Lamongan saat ini terdapat 1.006 unit koperasi dan 192 unit diantaranya masuk kategori tidak sehat. Dengan modal mencapai Rp 500 miliar dan total asetnya Rp 750 miliar, mampu menyerap 13 ribu tenaga kerja.

   Di Kecamatan Turi khususnya di Desa Keben juga ada beberapa koperasi yang dikelola oleh Pemerintah Desa, melalui PKK  juga Gapoktan. Mulai dari koperasi PUAP, KOPWAN, SPP PNPM, Gardutaskin, dll. Setiap program koperasi masing-masing dikelola oleh kepengurusan yang dibentuk melalui musyawarah desa.
Sampai saat ini semua program bisa dikembangkan dengan baik, dimana pengelolaan semua dananya diperuntukkan untuk masyarakat di desa Keben.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright (c) 2010 KKM "Dewi Sartika". Design by Infokom Lamongan

Humas Dan infokom lamongan