Keberadaan
koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia masih sangat strategis. Hal itu ditunjukkan dengan sampai saat ini
keduanya masih menjadi pemain utama dalam kegiatan ekonomi di berbagai sektor.
Dari
kondisi tersebut saat ini perlu dibangun lembaga keuangan yang lebih dekat dan
cepat memberi pelayanan pengusaha mikro kecil dan menengah. Opsi yang ada
adalah membangun koperasi simpan pinjam. Tentunya dengan membangun KSP secara
baik dan sehat. Harapannya agar koperasi mampu
menjadi penolong bagi UMKM melalui pinjaman modal untuk pengembangan usaha.
Sementara Pemkab Lamongan, melalui APBD mengelola dana
bergulir sebesar Rp 4 miliar untuk dikelola koperasi dan dana ketahanan pangan.
Di
Lamongan saat ini terdapat 1.006 unit koperasi dan 192 unit diantaranya masuk
kategori tidak sehat. Dengan modal mencapai Rp 500 miliar dan total asetnya Rp
750 miliar, mampu menyerap 13 ribu tenaga kerja.
Di
Kecamatan Turi khususnya di Desa Keben juga ada beberapa koperasi yang dikelola
oleh Pemerintah Desa, melalui PKK juga
Gapoktan. Mulai dari koperasi PUAP, KOPWAN, SPP PNPM, Gardutaskin, dll. Setiap
program koperasi masing-masing dikelola oleh kepengurusan yang dibentuk melalui
musyawarah desa.
Sampai saat ini semua program bisa dikembangkan dengan baik,
dimana pengelolaan semua dananya diperuntukkan untuk masyarakat di desa Keben.

0 komentar:
Posting Komentar