Minggu, 22 April 2012

TOMCAT Oh TOMCAT.......!!!!!!!!!

Istilah TOMCAT....hmmm...pasti semua orang kerap mendengarnya sejak beberapa bulan kemarin. Bahkan bisa dikatakan TOMCAT telah menjadi topik utama dalam setiap siaran berita di saluran televisi maupun surat kabar yang beredar. Di Jawa Timur sendiri, kemunculan TOMCAT sempat membuat geger masyarakat yang tinggal di daerah Surabaya dan sekitarnya. Banyak sekali kesan yang ditimbulkan di masyarakat, ada rasa takut, khawatir, ingin tahu dan banyak lagi kesan/respon yang disebabkan karena kemunculan TOMCAT ini.

TOMCAT sendiri adalah sejenis serangga ( kumbang predator ) yang keberadaannya justru bisa memberikan keuntungan bagi petani. Kumbang TOMCAT menyukai tempat yang lembab dan pada umumnya hidup di daerah persawahan sebagai predator hama tanaman padi ( wereng coklat, wereng hijau, hama putih, wereng zig-zag, wereng punggung putih dan larva ulat bulu yang masih muda ). Selain itu, TOMCAT juga bisa hidup secara bebas di semak-semak atau rerumputan. TOMCAT dianggap menguntungkan jika saja jumlah populasinya masih seimbang. Jadi kita bisa membayangkan, apa yang akan terjadi pada tanaman padi kita jika populasi TOMCAT dimusnahkan dengan tindakan yang tidak bijaksana.

Kenapa TOMCAT meresahkan masyarakat....?????

TOMCAT dianggap meresahkan atau bahkan merugikan bagi masyarakat karena secara umum mereka hanya melihat dampak langsung yang ditimbulkan pada saat seseorang mengalami kontak langsung dengan serangga ini. TOMCAT mempunyai cairan Paederin yang dapat menyebabkan gejala radang atau melepuh pada kulit manusia yang disebut Dermatitis Paederus jika mengalami kontak langsung dengan cairan tersebut.

Tindakan Pencegahan atau Pengobatan yang bisa dilakukan.....?????

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan, antara lain sebagai berikut :

1. Apabila terjadi kontak dengan serangga ini jangan ditepuk, tapi cukup disentil dengan jari.
2. Apabila terkena racun, segera basuh dengan air sabun kemudian bilas hingga bersih, secepatnya berobat ke Puskesmas atau dokter terdekat.
3. Pengalaman petani, apabila terkena cairan TOMCAT bisa diberi bobok daun lamtoro.

Itulah sekilas tentang TOMCAT, semoga bisa memberi inspirasi positif bagi pembaca dalam menangani serangga TOMCAT ini. :) 

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright (c) 2010 KKM "Dewi Sartika". Design by Infokom Lamongan

Humas Dan infokom lamongan